Lambang Daerah

Makna Lambang Kabupaten Maybrat

Arti Gambar

  • Perisai bersudut 5 (lima) melambangkan Pancasila, mengandung arti bahwa Kabupaten Maybrat setia dan taat pada Pancasila dan Undang- Undang Dasar 1945.

  • Burung Cederawasih melambangkan salah satu satwa langka di dunia yang menunjukkan kebesaran tanah dan orang Papua.

  • Gunung dan air yang mengalir sekitar gunung menggambarkan sumber hidup dan penghi-dupan manusia dan seluruh makhluk hidup.

  • Keladi dan kacang tanah, melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran. Jumlah daun kacang tanah sebanyak 15 melambangkan tanggal peresmian Kabupaten Maybrat dan pe-lepah keladi sebanyak 4 buah melambangkan bulan April serta 9 biji kacang tanah melambangkan tahun berdirinya Kabupaten Maybrat tahun 2009.

  • Satu buah keladi mengandung arti keutuhan yang tak terpisahkan di antara anggota ma-syarakat yang satu dengan yang lain .

  • Rumah adat dengan tiang yang berkeliling dan ditutup rapat dengan dinding kulit kayu de-ngan pintu masuk di bagian depannya memberikan makna bahwa segala rahasia hidup-dan kekayaan orang Maybrat berpusat pada rumah.

  • Pintu rumah menggambarkan masuknya berbagai rejeki hidup dan keluarnya segala kekayaan dengan dunia di sekitarnya melalui pintu yang terbuka. Rumah juga menggam-barkan sumber asal, hidup dan keluar dan sebaliknya, datang berpusat di rumah. Rumah dapat menyimpan seluruh rahasia hidup dan kekayaan untuk hidup.

  • Gear , melambangkan roda pemerintahan Maybrat berjalan secara dinamis.

  • Obor dan api yang menyala dalam tangan yang menggenggam melambangkan semangat yang berkobar-kobar dan menuju kemajuan, kesejahteraan , dan prestasi gemilang.

  • Tulisan PEMERINTAH KABUPATEN MAYBRAT melambangkan nama kabupaten yang memiliki lambang tersebut sebagai salah satu daerah otonomi baru yang diresmikan pada tanggal 15 April 2009.

  • Slogan “ NEHAF SAU BONOUT SAU ” mengandung arti “ Satu Hati Satu Komitmen”

Arti Warna

  • Warna biru muda yang dominan melambangkan kesuburan, kecerahan, kemakmuran dan ketenangan .

  • Warna hitam yang melingkari perisai persegi lima, melambangkan orang Papua yang pada umumnya dan khususnya orang Maybrat berkulit hitam dan berambut keriting.

  • Warna putih pada pintu rumah adat melambangkan ketulusan dan kesucian yang datang masuk dan yang dibawa keluar kepada manusia, alam dan Tuhan.

  • Warna merah muda melambangkan kegagahan, keberanian dan kejayaan .

  • Warna biru tua di sekeliling perisai melambangkan kedamaian dan keabadian .